Konstruksi Bangunan Tahan Gempa

posted in: artikel | 0

Konstruksi Bangunan Tahan GempaKonstruksi bangunan tahan gempa merupakan hal utama yang harus diperhatikan saat membangun sebuah bangunan. Terutama di Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan resiko terjadinya bencana gempa lebih besar. Dengan konstruksi yang tepat, kita tidak hanya bisa menghindari kerusakan bangunan, tapi juga mengurangi korban gempa secara signifikan.

Standar Bangunan Tahan Gempa

Definisi dari sebuah bangunan tahan gempa adalah bangunan yang memiliki konstruksi yang kuat sehingga bisa bertahan meski diguncang gempa hingga kekuatan 7 skala ritcher. Apabila gempa yang terjadi berkekuatan lebih besar, paling tidak bangunan bisa bertahan dalam beberapa waktu sebelum roboh, sehingga orang – orang yang ada di dalamnya bisa menyelamatkan diri.

Syarat utama bangunan tahan gempa adalah strukturnya harus simetris. Meskipun bangunan yang asimetris terlihat lebih indah secara estetika, namun kekuatan kerangka bangunan harus menjadi pertimbangan utama. Pemilihan bahan bangunan yang tepat juga bisa menjadi pertimbangan utama, seperti semen mortar dan baja ringan. Ke dua bahan ini lebih ringan sehingga tidak memberikan beban berat pada bangunan dan membuatnya lebih cepat robh karena guncangan gempa. Selain ringan, baja ringan juga dapat mengoptimalkan penggunaan genteng dan dapat diaplikasikan pada bangunan dengan tiang berdiameter kecil.

Sementara itu, penggunaan semen mortar tidak hanya tepat untuk konstruksi bangunan tahan gempa, tapi juga tahan terhadap apidan panasnya matahari. Meski harganya lebih mahal, jenis bahan bangunan ini justru bisa menjadi investasi yang bagus serta lebih menjamin keselamatan jiwa.

Struktur Bangunan Anti Gempa

Prinsip sebuah bangunan yang tahan gempa adalah bangunan tersebut memiliki sifat dakilitas dalam merespon gempa sehingga dapat bertahan untuk tidak gempa, serta fleksibel saat gempa terjadi. Untuk itu, struktur bangunan harus dirancang dan diperhitungkan dengan baik, dibuat dengan analisis struktur dan kombinasi beban, material yang digunakan lebih ringan, serta masa struktur ditempatkan terpisah tapi saling berkaitan.

Ciri Umum Bangunan Tahan Gempa secara Fisik

Beberapa ciri umum sebuah bangunan yang akan tahan gempa adalah sebagai berikut;

– Struktur bangunan memiliki system penahan dari gaya dinamik yang dihasilkan gempa.

– Sistem penahan gempanya cukup kuat.

– Telah memenuhi syarat untuk menjadi sebuah bangunan anti gempa dengan konfigurasi struktur yang benar.

Poin Penting untuk Diperhatikan pada Bangunan Tahan Gempa

– Pondasi

Sebagai struktur paling bawah, pondasi sangat penting untuk menyalurkan beban ke bawah. Oleh karena itu, pondasi wajib dibuat di dalam tanah keras dengan minimal kedalaman 60 hingga 75 cm. Setelah stamping dan urug terpasang, maka pemasangan batu gunung bisa dilakukanpada pondasi.Selanjutnya, hubungkan sloof pada pondasi dengan kuat, dengan membuat angkur di antara pondasi dan sloof yang berjarak 1 meter. Pembuatan angkur bisa dilakukan dengan menggunakan besi 12 mm sepanjang 20-25 cm.

– Beton, yang terbuat dari campuran pasir halus dan kerikil, air serta semen.

– Beton Bertulang

Bagian ini sangat penting untuk membuat bangunan tahan gempa. Pastikan pengerjaan dilakukan dengan sempurna sehingga besi tidak mengalami korosi. Kualitas beton pun harus diperhatikan dengan menggunakan bantuan molen atau vibrator.

Comments

comments