Langkah Pembuatan Sertifikat Tanah

Semakin hari harga tanah semakin naik. Tak pelak ini membuat banyak orang yang membeli tanah untuk investasi jangka panjang. Namun, tak sedikit pula yang sejak nenek moyang telah memiliki sebidang tanah warisan leluhur. Sayangnya, tak semua tanah memiliki sertifikat resmi yang bernilai di mata hukum. Memiliki tanah tanpa selembar sertifikat sama saja bohong. Mau tak mau Anda pun harus mengurus cara membuatnya.

Banyak yang malas membuat sertifikat karena beralasan terlalu ribet dan mengeluarkan banyak waktu. Padahal Anda hanya perlu sedikit saja melakukan beberapa hal di bawah ini. Simak baik-baik ya!

1. Persiapkan Segala Dokumen yang Dibutuhkan

Saat mengetahui tanah yang dimiliki belum ada sertifikat tanah, maka langsung saja membuatnya. Tenang, caranya tak sesulit yang dibayangkan. Anda hanya perlu menyiapkan beberapa dokumen saja. Ingat, keberadaan sertifikat kepemilikan ini sangat penting. Jika Anda menyepelekannya bukan tidak mungkin jika ada oknum yang mengaku-ngaku atas tanah yang Anda miliki.
Sebelum datang ke pihak notaris, Anda perlu mempersiapkan dokumen berikut ini:

  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) Pemohon
  • Foktokopi KTP Pemohon
  • Fotokopi NPWP
  • Surat Bukti Pemerolehan Tanah
  • Surat Pernyataan Tanah Bebas Sengketa
  • Fotokopi PBB Terakhir

Salah satu surat yang mungkin belum diketahui oleh khalayak umum adalah melampirkan Surat Bebas Sengketa. Ini wajib hukumnya agar sertifikat yang dimiliki benar-benar bersih dari segala sengketa tanah. Untuk mendapatkannya Anda perlu adanya saksi-saksi atau tokoh masyarakat sekitar seperti RW (Rukun Warga) dan RT (Rukun Tetangga). Lalu bagaimana jika di wilayah tersebut tidak memiliki RT maupun RW? Jangan khawatir, Anda bisa meminta tolong pada ketua adat di tempat Anda.

Sedangkan surat pemerolehan tanah ini mencantumkan secara periodik bukti pemerolehan tanah. Sebab, bisa saja seseorang mendapatkan tanah warisan yang telah dibagi-bagi sehingga mungkin saja bagian tanah yang dimiliki berbeda jauh dari pemilik tanah sebelumnya.

2. Pengajuan Sertifikat Tanah

Usai menyiapkan segala dokumen yang dibutuhkan, saatnya datang ke BPN. Pastikan datang membawa segala dokumen maupun berkas yang dibutuhkan. Jika usulan Anda disetujui, maka pihak petugas akan datang dan melakukan pengukuran. Jika pengukuran telah dilakukan, maka Anda akan diminta membayar biaya pembuatan sertifikat tanah. Jika pengajuan dilakukan secara pribadi (tanpa usulan dari pemerintah) maka dikenakan biaya. Biayanya tergantung dari seberapa luas yang Anda miliki. Semakin luas tanah Anda, semakin lama juga waktu yang dibutuhkan. Sebagai contoh, jika tanah Anda seluas 2 hektar lebih maka waktu yang dihabiskan sekitar 57 hari. Tiap daerah terkadang memiliki harga yang berbeda.

Jadi, itulah sedikit info mengena cara membuat sertifikat tanah. Anda hanya perlu sesikit ekstra mempersiapakn segala dokumen yang diperlukan. Tak terlalu sulit bukan?