Macam – Macam Desain Bangunan Hemat Energi

Macam – Macam Desain Bangunan Hemat EnergiDesain bangunan hemat energi pada umumnya dirancang untuk dapat menjadi bangunan yang dapat menghemat konsumsi listrik di setiap sektor seperti penggunaan lampu, pendingin udara dan penggunaan alat listrik lainnya. Meski cuaca di luar bangunan terasa tidak nyaman, hal tersebut dapat dirasakan lebih nyaman dengan rancangan bangunan yang tepat. Sehingga konsumsi listrik untuk berbagai alat elektronik bisa berkurang secara signifikan. Tidak hanya pada bangunan – bangunan tertentu saja. Apabila konsep bangunan hemat energi dapat diterapkan secara umum dalam skala nasional, maka konsumsi energi perkapita dan secara nasional juga dapat berkurang.

Konsep bangunan hemat energi telah lama diterapkan oleh semua arsitek di negeri Barat. Tepatnya sejak tahun 1973 ketika krisis energi terjadi. Sayangnya, setelah lebih dari tiga dekade, konsep ini belum diterapkan secara menyeluruh oleh para arsitek yang ada di Indonesia.

Rancangan Pasif Bangunan Hemat Energi

Rancangan pasif pada desain bangunan hemat energi adalah cara menghemat energi dengan memanfaatkan energi matahari tanpa merubah nya menjadi energi listrik (secara pasif).Dalam rancangan pasif ini, arsitek dituntut untuk bisa merancang bangunan yang dapat meredam masalah cuaca yang ada di luar bangunan.

Di wilayah Indonesia, rancangan pasif sebuah bangunan dapat dilakukan dengan mencegah radiasi matahari agar tidak membuat panas bangunan di bagian dalam tanpa mengurangi pencahayaan alami yang dapat masuk.Rancangan pasif pada desain bangunan hemat energi yang ada di Indonesia dapat dijumpai pada bangunan Masjid Istiqlal dan Bank Indonesia karya Silaban. Selain itu, terdapat pula bangunan Gedung Departemen Pendidikan Nasional Pusat dan Kedutaan Perancis yang ada di Jakarta karya Sujudi yang menggunakan rancangan pasif. Beberapa bangunan lama buatan Belanda juga menggunakan konsep hemat energi ini. Sementara itu, bangunan modern yang menggunakan perancangan pasif dapat ditemukan di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, yakni Wisma Dharmala Sakti dan Gedung S Widjojo.

Rancangan Aktif Bangunan Hemat Energi

Di dalam rancangan aktif bangunan hemat energi, energialami matahari dirubah menjadi energi listrik dengan menggunakan sel solar. Listrik yang dihasilkan kemudian digunakan untuk pemenuhan kebutuhan listrik pada bangunan. Tidak hanya dengan menggunakan panel surya, rancangan aktif ini juga menerapkan rancangan pasif hemat energi secara simultan.

Karena apabila kenyamanan termal di dalam bangunan tidak bisa dicapai,maka konsumsienergi secaraumum juga akan tetap tinggi. Meski penggunaan sel solar sudah sering ditemukan pada proyek – proyek kecil di Indonesia, strategi rancangan aktif hemat energi belum diterapkan pada desain bangunan hemat energi secara keseluruhan. Jadi, pastikan Anda memperhitungkan dengan tepat semua kebutuhan dan detil rancangan yang akan diterapkan pada bangunan agar hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan