Sejarah Istilah Desain Arsitektur

posted in: artikel | 0

Desain arsitektur adalah seni yang digunakan untuk mengaplikasikan imajinasi dalam perencanaan pembangunan. Desain arsitektur tidak selalu untuk pembangunan rumah, kantor, ataupun apartemen. Pengimplementasian ilmu ini juga bisa diterapkan pada desain tata letak kota yang melibatkan pembangunan infrastruktur. Desain ini wajib mengutamakan keindahan dari bangunan, kekuatan, serta fungsi dari bangunan tersebut. Ilmu ini menggabungkan berbagai pendekatan sebagai sumber inspirasi seperti astronomi, sains, musik, dan lainnya.

Sejarah awal mula diciptakannya desain arsitektur ini karena munculnya keinginan manusia akan suasana yang nyaman, berbeda dari yang lainnya. sebenarnya ilmu ini sudah ada sejak jaman purbakala, tetapi karena perbedaan zaman membuat penerapan desainnya juga jauh berbeda dengan yang sekarang. Faktor ini juga dipengaruhi ilmu pengetahuan yang belum berkembang, keterbatasan material dan sumber daya manusia. Maka dari itu, kita melihat di jaman purba identik dengan bebatuan, berganti lagi di pertengahan abad lebih memanfaatkan kayu, dan kini sudah menggunakan batu bata dan semen. Awal kejayaan desain arsitektur ini karena munculnya karya dan penjelasan teknik pembangunan dari Lenaordo Da Vinci yang menjadi arsitek terkenal pada masanya. Beliau mulai menerapkan desain arsitektur secara individual. Oleh karena itu, pembagian bidang arsitek kini sudah dimanfaatkan dan dipercaya dalam proyek-proyek pembangunan.

Karena desain arsitektur merupakan penerapan dari seni rupa, maka prinsip yang dipegang juga sama dengan prinsip pada seni rupa, diantaranya keseimbangan; irama; tekanan; skala; proporsi; urutan; dan kesatuan. Keseimbangan pada desain arsitektur lebih menekankan pada kesamaan sisi bangunan antara yang kiri dan kanan. Hal ini mempengaruhi kenyamanan dalam penglihatan juga dari sisi keamanan bangunan. Prinsip kedua adalah irama. Irama yang digunakan harus mampu menciptakan emosi tersendiri bagi yang melihatnya. Seperti penambahan aksen garis-garis simetris, asimetris, serta motif seperti polkadot.

Prinsip ketiga yaitu tekanan. Warna dan bentuk diutamakan untuk menonjolkan dari sisi bangunan. Prinsip keempat yaitu skala. Di dalam skala, menggambarkan hubungan antara bangunan dengan suatu kejadian di masa lalu. Misalnya, monumen bom bali yang menuliskan korban-korban meninggal, ada hubungannya dengan kejadian bom bali beberapa tahun silam. Proporsi adalah prinsip yang mengatur keseimbangan antar bentuk bangunan seperti misalnya rumah yang besar cocok dengaan ukuran pintu yang lebar. Selanjutnya adalah urutan rumah, dari teras, ruang keluarga, kamar, dapur, barulah taman belakang. Urutan ini diciptakan untuk menciptakan keseiramaan dan kenyamanan saat memasuki ruangan. Tidak mungkin bukan jika pertama kali yang kita masuki dalam rumah langsung dapur? Prisip yang terakhir adalah kesatuan. Kesatuan yang dimaksud adalah satu iramanya antara interior dan eksterior. Dengan menyusun tema atau konsep sejak awal, kesatuan antar bangunan yang diciptakan bisa menghidupkan suasana rumah. Dan ke tujuh konsep ini bila selalu beriringan dalam pembangunan dapat menciptakan keindahan untuk dipandang maupun kenyamanan untuk ditempati.

Comments

comments