Langkah Menentukan Rencana Anggaran Biaya Rumah Minimalis

posted in: artikel | 0

Langkah Menentukan Rencana Anggaran Biaya Rumah MinimalisRumah yang nyaman menjadi impian bagi semua orang. Tetapi, tidak semua orang bisa mendapatkan hal tersebut karena memiliki pertimbangan mengenai rencana anggaran biaya. Semakin bertambahnya tahun, harga tanah juga ikut melonjak. Oleh karena itu, bagi yang memiliki anggaran terbatas, terpaksa harus membeli rumah yang jauh dari akses strategis dan berada di lingkungan kurang nyaman. Sementara apartemen-apartemen juga banyak dibangun, tetapi resikonya hanya memiliki sertifikat kepemilikan satu apartemen tanpa memiliki sertifikat tanah.

Namun, beberapa kendala anggaran biaya ini bisa diatasi dengan membangun rumah minimalis. Rencana anggaran biaya dapat ditekan karena material serta perabotan yang akan digunakan juga berbeda dengan pembangunan rumah maksimalis. Lahan yang semakin sempit tidak akan menutup kemungkinan bagi Anda yang ingin menikmati rumah minimalis dan nyaman. Lalu bagaimana langkah dalam penyusunan anggaran untuk membangun rumah minimalis ini? Simak artikel berikut.

Langkah Menentukan Rencana Anggaran Biaya Minimalis

  • Tipe Rumah: Meskipun konsepnya minimalis, tetapi ada beberapa tipe yang harus diketahui sebelum membangun rumah. Tipe berapa yang akan Anda bangun, pertimbangkan dengan luas lahan Anda, nantinya apakah dibuat satu lantai atau bertingkat. Semakin besar tipe rumah, semakin besar biaya untuk membayar pekerja dan material.
  • Kontraktor: Pilihlah kontraktor yang memang sudah berpengalaman di bidangnya dan memiliki reputasi baik dalam pembangunannya. Salah memilih kontraktor bisa jadi penyebab membengkaknya anggaran biaya pembangunan rumah. Anda bisa mencari referensi kontraktor dengan teman, keluarga, atau lainnya.
  • Kebutuhan Rumah: Konsultasikan ke ahlinya, berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah Anda, perhitungkan berapa biaya sekecil-kecilnya mulai dari material, waktu pengerjaan, perabotan yang dibutuhkan, serta upah kerja kuli bangunan.
  • Biaya: Setelah merundingkan dan memperhitungkan semuanya, tinggal giliran Anda untuk menyiapkan dana pembangunan. Jangan sediakan dana yang pas, tetapi untuk berjaga-jaga siapkan biaya lebih karena kita tidak tahu apa yang menjadi tambahan nantinya. Sebaiknya untuk pembayaran lakukan secara berkala. Berapa DP yang harus dibayar, setelah itu selanjutnya sesuai perjanjian. Bisa jadi per 3 bulan sekali atau lainnya. Jangan lupa, di awal membuat perjanjian pihak kontraktor harus mau memberikan garansi terhadap bangunan, memilih bahan yang berkualitas, serta mengerjakan sesuai waktu yang telah disepakati.

Mengapa perlu dilakukan perjanjian antara kontraktor dan pemilik rumah? Karena masih banyak kasus yang terjadi di masyarakat. Hal ini untuk mengantisipasi kecurangan di salah satu pihak. Misalnya, kasus pekerja yang asal-asalan dan tidak benar-benar memperhitungkan material yang dibutuhkan. Akhirnya rumah belum lama selesai dibangun sudah mengalami atap bocor, retak, dan cat mengelupas. Atau sebaliknya, pemilik rumah tak kunjung membayar biaya sementara rumah sudah selesai dibangun.

Comments

comments