Konstruksi Bangunan Beton

posted in: artikel | 0

Konstruksi bangunan beton adalah konstruksi yang menggunakan bahan beton yang terbuat dari semen yang dicampur bahan – bahan lainnya, seperti semen terak dan fly ash, air, kimia pencampur, dan agregat kasar (kerikil ataugranit) dan agregat halus (pasir).

Setelah semua bahan dicampurkan dengan air, maka beton akan mengeras. Bahan konstruksi ini merupakan bahan yang paling umum digunakan pada berbagai konstruksi di seluruh dunia. Beberapa alasan mengapa konstruksi ini sangat populer adalah sebagai berikut;

  • Semua bahan yang diperlukan untuk konstruksi beton mudah didapatkan, seperti semen, pasir, air dan agregat kasar.
  • Konstruksi beton lebih tahan lama atau awet.
  • Mudah dibentuk menjadi bentuk yang sesuai dengan keinginan.

Untuk membuat beton, semua bahan tersebut harus dicampurkan menjadi satu dan secara merata. Untuk mendapatkan konstruksi beton yang lebih kuat dan tahan lama, sebaiknya air yang digunakan untuk mencampur pasta semen sebaiknyadikurangi.Apabila air yang digunakan terlalu banyak, maka kualitas rekat beton yang dihasilkan akankurang baik. Selain itu, air yang digunakan untuk mencampur bahan sebaiknya juga merupakan air bersih. Karena apabila air yang digunakan kotor, dapat menyebabkan kegagalan struktur secara prematurdan menimbulkan masalah saat mengatur.

Konstruksi beton jugasangat umum digunakan dalam pembangunan struktur arsitektur,pipa, trotoar, jembatan, jalan raya, jalan layang, pondasi pintu gerbang, blok dinding, bata, tiang, pagar, dll.

Proses Pencampuran Beton

Untuk menghasilkan konstruksi bangunan beton yang berkualitas baik, sangat penting untuk mencampur semua bahan secara merata. Untuk itu, diperlukan metode dan peralatan yang tepat untuk proses pencampuran ini.

Agar kekuatan tekan beton meningkat, sebaiknya pembuatan campuran diawali dengan mencampur semen dan air lebih dulu, kemudian baru dilanjutkan dengan mencampur agregat. Proses pencampuran juga akan lebih baik apabila menggunakan concrete mixer (pencampur berkecepatan tinggi), dengan kadar air semen 0,30 hingga 0,45 oleh massa.

Apabila ingin menambahkan bahan additif,sebaiknya dicampurkan sebelum mencampurkan pasta semen. Setelah itu, pasta premixed tersebut dicampurkan dengan sisa air dan agregat, kemudian dicampurkan hingga sempurna di dalam alat mixing beton.

Untuk membuat beton bertulang, campuran bahan yang digunakan bisa dengan perbandingan 1 : 2 : 3 = semen : pasir : kerikil. Sedangkan air yang diperlukan adalah setengah dari volume semen yang digunakan. Karena merupakan perbandingan volume, sebaiknya gunakan alat penakar sederhana sepertitimba atau ember. Dengan pencampuran seperti ini, maka mutu yang bisa didapat adalah kurang lebih 150 kg/ cm2.

Pembuatan Cetakan Beton

Ada beberapa hal yang perlu dperhatikan dalam membuat cetakan beton, antara lain;

  • Pasang bekisting dengan kuat agar bisa tahan getaran saat proses pengecoran.
  • Teliti kembali kekuatan dan bentuknya setelah pemasangan selesai.
  • Pilih cetakan beton yang baik agar bisa dilepas dengan mudah dan tidak merusak beton.
  • Buka bekisting setelah 28 hari pengecoran. Selama waktu tersebut, beton harus dirawat dengan cara disiram air secara rutin.

Comments

comments