Pondasi Cakar Ayam untuk Rumah 2 Lantai

Pondasi menjadi komponen bangunan yang tempatnya ada di paling bawah dan berhubungan secara langsung dengan tanah. Karena pondasi bangunan mengalami kontak langsung dengan tanah, maka sering muncul resiko rembesan air tanah naik ke bangunan dan dapat merusak bangunan. Kondisi ini semakin beresiko pada bangunan 2 lantai atau bahkan lebih.

Untuk mengatasi masalah rembesan air tanah ini, umumnya pengerjaan pondasi bangunan menggunakan campuran trasraam yang menggunakan bahan adukan semen dan pasir. Namun, komponen semen di dalam adukan tersebut diperbesar dengan perbandingan semen : pasir yaitu 1:2. Selain itu, pondasi cakar ayam juga digunakan untuk mencegah rembesan terjadi.

Selain halnya menggunakan bahan campuran tersebut, pondasi rumah biasanya juga menggunakan kombinasi batu belah dan perekat adukan semen pasir. Untuk membuat adukan perekat pasangan pada pondasi batu kali, umumnya perbandingan semen:pasir yang digunakan adalah mulai dari 1:3 sampai dengan 1:5 sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tanah.

Untuk bahan pasir yang digunakan sebaiknya memilih pasir berkualitas dengan kandungan tanah kecil. Sementara batu pondasi sebaiknya menggunakan batu belah berkualitas agar dapat bersenyawa dengan baik pada perekat adukan.

Sementara untuk rumah 2 lantai, pasangan pondasi batu kali di atas harus didukung oleh pondasi cakar ayam di tiap pojok dan persimpangan tembok (tepat di bawah kolom). Hal ini diterapkan untuk menunjang kekuatan pondasi dalam mengelola beban yang diterima agar bangunan rumah 2 lantai menjadi lebih kokoh dan awet.

Pondasi Bukan Sekedar Soal Kekuatan Saja

Rumah merupakan tempat berlindung bagi keluarga yang harapannya bisa dihuni hingga puluhan tahun lamanya. Atas dasar inilah, banyak orang menerapkan rancangan khusus demi mempertahankan struktur bangunan yang kokoh. Tak terkecuali pada bagian pondasi.

Pondasi yang baik akan sangat menunjang konstruksi di atasnya sekaligus menentukan kekuatan bangunan. Berbagai teknik diterapkan untuk membuat pondasi terbaik, terlebih jika rumah dibangun di atas tanah yang labil seperti halnya tanah lempung maupun persawahan.

Salah membuat struktur pondasi rumah akan berdampak pada kualitas bangunan yang umumnya ditandai dengan dinding yang mudah sekali retak. Terlebih untuk rumah dengan 2 lantai yang akan sangat bergantung pada kemampuan pondasi menahan beban.
Jenis pondasi yang umum digunakan untuk kedua masalah di atas adalah pondasi cakar ayam. Pondasi tipe dangkal ini akan menunjang pondasi utama bangunan dalam mempertahankan struktur dan mengolah beban yang diterima.

Menentukan pondasi sebuah rumah bukan sekedar mempertimbangkan sekedar kuat saja. Proses pengerjaan pondasi cakar ayam yang meliputi penentuan titik nol dan penentuan ukuran plat beton juga harus didukung oleh ketinggian lantai dasar bangunan.
Tinggi lantai dari pondasi idealnya berjarak 1,5 m dari permukaan jalan untuk memuat beberapa hal teknis seperti halnya jaringan utilitas yang meliputi pipa air, pembuangan untuk septictank, agar tidak tumpang-tindih ataupun berhimpitan dengan struktur ikat pondasi.

Hal semacam ini kerap diabaikan dalam rancangan rumah yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pipa atau lainnya ketika terjadi penurunan tanah dan bangunan dimana sloof ikat pondasi menindih jaringan tersebut.

Prosedur Pemasangan Pondasi Cakar Ayam

Pondasi menjadi bagian awal dalam proses pengerjaan konstruksi gedung yang sangat penting. Salah satu jenis pondasi dangkal yang umum digunakan pada suatu bangunan adalah pondasi cakar ayam. Pondasi ini biasa dipadukan dengan pondasi batu kali dan lain sebagainya.

Namun perlu diperhatikan pula bahwa pengerjaan pondasi cakar ayam juga harus memperhatikan prosedur pengerjaan untuk menghindari konstruksi yang tidak optimal. Proses pemasangan pondasi cakar ayam meliputi:

  • Menentukan titik Nol.

Titik nol adalah lokasi pondasi cakar ayam akan dipasang. Tahap ini harus dilakukan dengan cermat sebab titik nol sangat berpengaruh pada proses dan cara pemasangan pondasi cakar ayam. Selanjutnya, pekerja akan menentukan kesikuan antar titik nol tersebut yang umumnya bisa memakan waktu 1 hingga 2 hari tergantung kebutuhan.

  • Menentukan Ukuran.

Ukuran pondasi cakar ayam akan disesuaikan dengan dimensi bangunan. Setelah ukuran pondasi ditentukan, selanjutnya pekerja akan memasang besi yang telah dirangkai sebagai tulangan plat beton. Proses ini harus didampingi oleh pekerja konstruksi berpengalaman agar ketepatan pemasangan dapat optimal.

  • Pengecoran.

Proses pengerjaan pondasi cakar ayam berikutnya adalah mengecor rangkaian tulangan tadi. Dalam proses ini ini semen yang digunakan akan lebih banyak dibanding pondasi batu kali. Misalnya, untuk plat beton pondasi dengan ukuran 1×1 meter bisa membutuhkan 1 sak semen.

  • Pengeringan.

Jika setiap plat beton pondasi cakar ayam tadi selesai dicor, proses selanjutnya adalah menunggu adonan dan semen tadi mengering dan dilanjutkan proses pondasi petak ruang.

Penjelasan di atas merupakan beberapa proses sederhana dalam pengerjaan pondasi cakar ayam. Masing-masing tahap tersebut dapat dilakukan secara bersama-sama dan tidak harus menunggu per satu titik pondasi.

Rumah 2 Lantai dengan Pondasi Cakar Ayam

Pondasi cakar ayam menjadi pilihan bagus saat akan membangun rumah 2 lantai. Jenis pondasi ini menawarkan beberapa kelebihan yang menjamin bangunan rumah dapat dihuni lebih lama dan lebih tahan terhadap faktor alam yang identik dengan tanah di Indonesia.

Namun, pondasi cakar ayam ini juga dibuat menyesuaikan terhadap desain rumah dan beban yang akan diterima. Misalnya, pondasi untuk rumah yang lantai atasnya hanya berupa ruangan bebas akan berbeda dengan pondasi rumah yang lantai atasnya memiliki kolam renang, tandon air, menampung mesin dan lain sebagainya.

Apabila ruangan yang ada di lantai atas hanya difungsikan sebagai ruang standar seperti ruang tidur, ruang keluarga dan semacamnya, maka cakar ayam bisa dibuat dalam ukuran 60×60 cm dengan ketebalan 20 cm. Sementara untuk kebutuhan beban yang lebih berat pada lantai 2, tentu saja pondasi cakar ayam juga harus dibuat dengan ukuran yang lebih besar.

Begitu pula dengan bangunan yang memiliki jumlah lantai lebih banyak, baik itu 3 sampai 4 lantai sekalipun, ukuran pondasi yang digunakan juga harus lebih besar. Untuk menunjang kekuatan pondasi biasanya juga ditambahkan bore pile.

Untuk besi yang dibuat sebagai kerangka plat beton pondasi cakar ayam, pilihan terkecil dimulai dari besi berdiameter 10 mm dan dipasang tiap jarak 20 cm. Atau pilihan lain bisa menggunakan besi berdiameter 12 mm dan dipasang dengan jarak 15cm. Untuk membuat beton, persentase antara pasir, semen dengan koral dapat menggunakan perbandingan 1 takar semen untuk 2 takar pasir dan 3 takar kerikil.

Contoh yang dibuat ini merupakan standar minimal dalam pembuatan pondasi cakar ayam untuk rumah 2 lantai. Untuk kebutuhan bangunan Anda, konsultasi bersama tenaga ahli dapat Anda lakukan untuk dapat membuat pondasi yang kuat namun tetap efisien.

Pilih Mana, Buat Cakar Ayam Sendiri atau Beli Jadi?

Apabila Anda berencana membuat rumah 2 lantai, besar kemungkinan Anda memerlukan tulangan besi untuk pondasi cakar ayam. Pondasi cakar ayam memang banyak digunakan untuk menunjang dasar rumah 2 lantai yang lebih berat dibanding bangunan 1 lantai.

Tulangan besi plat beton pondasi cakar ayam ini tidak dapat dibuat secara asal-asalan karena berhubungan dengan kekuatan struktur pondasi. Meski begitu, membuat tulangan besi untuk plat beton pondasi cakar ayam ini memang dapat dilakukan sendiri dengan ketelitian dan waktu ekstra.

Masalahnya, bagaimana jika Anda tidak memiliki keduanya? Dengan konsekuensi membayar sedikit lebih mahal, Anda juga bisa mendapatkan tulangan besi pondasi cakar ayam berkualitas yang saat ini sudah banyak tersedia. Pilihan ukuran dan besi yang digunakan pun juga beragam.

Lantas, manakah yang bisa Anda pilih? Membuat tulangan sendiri ataukah beli tulangan jadi? Tentu saja sesuaikan dengan kondisi Anda, entah dari segi budget, durasi pengerjaan dan lain sebagainya. Berikut ini pertimbangan biaya yang bisa Anda terapkan sebelum memutuskan, yaitu:

  • Berapa harga terbaik untuk tulangan besi pondasi cakar ayam yang bisa Anda dapat?

Soal berapa harganya, tentu saja dipengaruhi oleh ukuran dan jenis besi. Umumnya besi yang digunakan adalah besi biasa dan besi ulir. Anda bisa mencari informasi harga terbaik dengan cara membandingkan harga di penyedia satu dan lainnya. Pertimbangkan pula ongkos kirim (jika ada).

  • Membuat sendiri, berapa upahnya?

Apabila Anda merasa membeli jadi terlalu memberatkan, maka Anda bisa mencoba menemui tenaga yang bisa membuat rangka plat beton tersebut. Tanyakan berapa biaya yang harus dibayar untuk membuatkan tulangan besi pondasi cakar ayam baik dengan besi biasa maupun dengan besi ulir.

Anda bisa menanyakan harga satuan ataupun langsung ke harga borongan sesuai jumlah titik yang Anda tentukan. Umumnya harga yang dipatok oleh tukang ada di kisaran Rp 60.000 sampai Rp 75.000 per rangkaian. Tentu saja harga ini bisa berbeda dengan tukang yang ada di daerah Anda. Masih ada pula peluang nego yang bergantung pada kemampuan Anda dalam hal tawar menawar.
Bandingkan biaya yang dibutuhkan untuk kedua opsi tersebut. Pertimbangkan pula dengan waktu yang diperlukan hubungannya dengan durasi proyek yang Anda kerjakan pula.

Mengenal Pondasi Cakar Ayam dan Penggunaannya

Pondasi cakar ayam merupakan alternatif pilihan metode rekayasa teknik yang digunakan untuk membuat pondasi sebuah bangunan. Pondasi ini termasuk dalam pondasi tipe dangkal yang memiliki karakter antara lain struktur konstruksinya bertujuan untuk meneruskan beban dari bangunan ke lapisan tanah keras yang relatif dekat dari permukaan tanah.

Ada beberapa persyaratan umum agar pondasi cakar ayam menghasilkan konstruksi yang kokoh dan awet, antara lain:

  • Menerapkan struktur tertentu untuk menahan gaya yang mengenainya, meliputi bentuk dan ukuran sesuai dengan jenis bangunan dan pondasi.
  • Menghindari adanya penurunan tanah yang signifikan agar demi menjaga kekuatan konstruksi

Dinamakan pondasi cakar ayam sebab memiliki bentuk yang menyerupai kaki ayam meliputi bagian telapak dan jari-jarinya ketika diangkat. Pada bagian bawah pelat beton, terdapat beberapa pipa beton menyerupai cakar. Fungsi dari cakar ini adalah mencengkeram tanah yang ada di bawahnya dan meneruskan gaya beban.

Pondasi cakar ayam ini menjadi alternatif pilihan masyarakat Indonesia yang hanya memiliki 2 musim (penghujan dan kemarau) dengan tekstur tanah yang sangat beragam. Kondisi tanah yang lembek ataupun keras masih cocok digunakan sebagai lahan permukiman menggunakan pondasi cakar ayam tersebut.

proyek yang menggunakan pondasi cakar ayam seperti pada pengerjaan jalan layang, jembatan besar bahkan landasan pacu pesawat. Namun penggunaan untuk masing-masing proyek ini juga disesuaikan dengan tujuan pembangunannya sendiri.

Komponen dan Pemasangan Pondasi cakar Ayam

Pada proyek konstruksi perumahan, pondasi cakar ayam terbilang sangat umum digunakan karena biasanya tidak memerlukan pondasi yang terlalu dalam pada proses pengerjaan konstruksinya. Untuk menjawab kebutuhan akan pondasi yang kuat, maka digunakanlah pondasi cakar ayam.

Pondasi cakar ayam sendiri tersusun atas plat beton yang ditunjang oleh keberadaan sejumlah pipa lain di bawahnya. Pipa-pipa tersebut menyerupai cakar yang ditanam dalam tanah. Pipa-pipa ini berfungsi dalam membantu pondasi menahan gaya yang diterima oleh pondasi sehingga turut mempengaruhi kekuatan konstruksi di atasnya.

Cara yang digunakan untuk memasang pipa-pipa cakar ini yaitu dengan cara menggantung di bagian bawah. Sementara hubungan antara pipa dengan plat beton bersifat monolit sehingga menghasilkan daya kerja efektif agar plat beton menjadi lebih kaku dan lebih tahan terhadap tekanan yang mengenainya.

Spesifikasi pipa untuk pondasi cakar ayam, antara lain:

  • Diameter 120cm
  • Ketebalan 8cm
  • Panjang 150-200cm
  • Jarak pipa 2,0-2,5m

Dalam pembuatan pondasi cakar ayam, lapisan lean concrete dengan ketebalan sekitar 10cm digunakan di bagian bawah plat beton. Sementara untuk lapisan sirtu, tebal yang digunakan sekitar 30 cm dengan fungsi utama sebagai perkerasan sementara pada proses pembuatan pondasi agar permukaan subgrade dapat menjadi rata. Jika proses subgrade telah selesai, barulah kemudian plat beton dapat dipasang di bagian atasnya.

Itulah tadi beberapa komponen yang digunakan pada pondasi cakar ayam mulai dari pipa pencakar hingga pembuatan plat beton. Selanjutnya, proses pengerjaan pondasi dapat dilanjutkan ke tahapan berikutnya.

Ir. Sedijatmo dan Sejarah Pondasi Cakar Ayam

Ir. Sedijatmo dan Sejarah Pondasi Cakar AyamPondasi memiliki fungsi sebagai dasar dari sebuah bangunan yang berfungsi sebagai penyangga dan mencegah bangunan di atasnya amblas. Saat ini, ada banyak tipe pondasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan berbagai macam bangunan yang semakin berkembang.

Salah satu dari berbagai macam pondasi yang familiar bagi masyarakat awam yaitu pondasi cakar ayam. Pondasi ini dihasilkan dari pemikiran Prof. Dr. Ir. Sedijatmo di tahun 1961 silam. Pada masa itu, beliau merupakan pejabat PLN (Perusahaan Listrik Negara).

Saat itu, PLN berencana membuat menara listrik tegangan tinggi sebanyak 7 buah di kawasan rawa daerah Ancol, Jakarta. Tercatat hanya 2 menara yang menggunakan pondasi konvensional, sementara sisanya terkendala area rawa yang tidak dapat digunakan untuk membuat pondasi biasa.

PLN harus menyelesaikan seluruh menara tersebut agar dapat mengalirkan listrik dari Tanjung Priok menuju GOR Senayan untuk perhelatan Asian Games pada tahun 1962. Ir. Sedijatmo pun memahami benar bagaimana sulitnya mendirikan menara di tanah rawa ini.

Beliau kemudian mendapatkan ide menggunakan plat beton sebagai bagian pondasi menara listrik tersebut. Pada bagian bawah plat beton ini, terdapat pipa-pipa beton yang digunakan pendukung. Pipa serta plat beton ini kemudian dapat mencengkeram kuat tanah berawa yang memiliki tekstur lembek.

Dengan bentuk menyerupai kaki ayam tersebut, Ir. Sedijatmo memberikan nama metode pondasi tersebut dengan istilah pondasi cakar ayam. Menggunakan pondasi ini, kelima menara listrik yang tersisa pun berhasil dirampungkan tepat waktu.

Faktor yang Menentukan Pondasi Cakar Ayam

Ketika akan membuat bangunan, tentunya pondasi didesain agar dapat sesuai dengan konstruksi bangunan yang ada di atasnya. Pemilihan pondasi pun bergantung pada sejumlah faktor dimana faktor lingkungan (alam) menjadi pertimbangan utama untuk menghasilkan bangunan kokoh dan kuat.

Pondasi cakar ayam banyak dipilih karena sesuai dengan karakter tanah di Indonesia pada umumnya. Salah satu dari macam pondasi dangkal ini banyak dipilih karena faktor alam, antara lain:

 

  • Indonesia adalah wilayah yang memiliki tanah dengan potensi perubahan volume signifikan lantaran adanya perubahan kadar air dalam tanah.
  • Kebutuhan membangun di atas lapisan tanah organik maupun tanah gambut.
  • Adanya material yang tidak bisa dikonsolidasi misalnya sampah.

Selain halnya faktor alam di atas, faktor pembebanan juga turut mempengaruhi pemilihan pondasi cakar ayam. Ada beberapa macam beban yang akan ditahan oleh struktur diantaranya:

  • Beban mati (dead load) yaitu beban akibat adanya gaya gravitasi. Beban ini meliputi setiap benda yang posisinya tetap ketika bangunan tersebut berdiri, termasuk bobot bangunan itu sendiri.
  • Beban hidup (live load) adalah beban yang terjadi karena adanya penghuni meliputi mesin, alat-alat rumah tangga hingga barang lainnya.
  • Beban angin (wind load) adalah beban yang muncul akibat dari adanya selisih udara.
  • Beban gempa (earthquake load) beban yang nilainya berdasar pada nominal horizontal akibat gempa.

Dengan adanya beban-beban tersebut, maka peran pondasi menjadi sangat penting bagi suatu bangunan. Perencanaan serta penentuan jenis pondasi merupakan tahapan yang sangat penting agar konstruksi dapat berdiri kokoh sesuai harapan.

Pembuatan Pondasi cakar Ayam

Selain halnya pondasi batu kali yang digunakan sebagai pondasi pengikat untuk menopang beban bangunan yang ada di atasnya, ada pula pondasi beton lain yang digunakan untuk menunjang kekuatan pondasi rumah sederhana. c Sebagai penyangga pondasi yang ada di atasnya, maka cakar ayam ini haruslah kokoh dan stabil. Maka dari itu, proses pembuatan pondasi cakar ayam akan memperhatikan daya dukung tanah, tipe bangunan serta peruntukannya.

Untuk rumah 1 lantai, teras ataupun tangga, pondasi dangkal biasanya dibuat dengan kedalaman 50 sampai 70cm dengan pondasi berukuran 50×50-25cm atau 60×60-25cm. Sementara untuk bangunan 2 lantai atau lebih, pondasi dalam dibuat di kedalaman 80cm sampai 1m berukuran 80×80-25cm.

Tahapan sederhana membuat pondasi cakar ayam setelah menentukan titik nol dan ukuran antara lain:

  • Penggalian tanah untuk pondasi cakar ayam
  • Membuat besi tulangan pondasi cakar ayam (beli jadi)
  • Pemasangan besi stik (umpak)
  • Pembuatan lantai kerja setebal 5cm di lubang galian pondasi cakar ayam
  • Penempatan besi tulangan di atas lantai kerja
  • Pengecoran beton pada pondasi cakar ayam
  • Pemasangan bekisting besi stik setelah pondasi cakar ayam mengeras
  • Pengecoran beton besi stik sampai rata dengan permukaan tanah
  • Lepas bekisting jika beton stik atau umpak sudah mengeras
  • Urug kembali tanah galian pondasi cakar ayam
  • Lanjutkan dengan pemasangan besi tulangan untuk sloof

Demikianlah tahapan sederhana dalam pembuatan pondasi cakar ayam. Setiap tahapan di atas sebaiknya dikerjakan dengan hati-hati agar didapat hasil yang maksimal dan bangunan menjadi lebih awet.