Cara Menghitung RAB Interior Design

posted in: artikel | 0

Rancangan Anggaran Biaya atau RAB interior design merupakan dasar awal yang dipergunakan untuk memulai sebuah proyek desain interior. Rancangan biaya tersebut nantinya dipergunakan untuk memperkirakan alokasi anggaran dalam penyelesaian kegiatan desain interior. Tak hanya itu saja, rancangan anggaran biaya tersebut juga bisa menjadi panduan yang berguna untuk meminimalisir potensi kelebihan kebutuhan yang mebuat pemilik rumah harus mengeluarkan tambahan dana.

Bagi penyedia jasa desain interior profesional, RAB biasanya juga disertakan dengan jadwal spesifik seperti kapan waktu membeli cat, kapan harus membayar tukang, kapan penyediaan material, dan lainnya. Bahkan, ketika proyek tersebut membutuhkan waktu hingga bulanan maka biaya untuk tiap minggunya pun perlu dipersiapkan sehingga pemilih rumah bisa mempersiapkan dana termasuk untuk mencegah kekurangan dana. Salah satu penyebab kekurangan dana pada sebuah proyek desain interior dan menimbulkan pengeluaran yang melebihi perencanaan karena tidak adanya rincian pengeluaran harian ataupun mingguan.

Bila Anda memang sedang berencana untuk melakukan proyek desain interior maka Anda tentunya penting untuk mempersiapkannya dengan membuat RAB interior design. Ada beberapa hal yang harus diperhitungkan saat membuat RAB. RAB biasanya akan diajukan oleh penyedia jasa desain kepada pemilik rumah. Namun demikian, pemilik rumah hendaknya juga menyusun anggaran yang nantinya bisa dikomparasikan dengan konsultan desain. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk menghitung RAB.

Pertama adalah mengukur luas ruangan yang akan direnovasi interior. Anda sebaiknya juga menentukan terlebih dahulu bahan-bahan material yang akan digunakan seperti kayu, pvc, ataupun bahan-bahan lainnya. Bagaimanapun setiap bahan tersebut memiliki keunggulan dan kekurangan. Anda perlu mengenali bahan bangunan rumah apakah terbuat dari batu bata, batako, ataupun bata ringan. Mengenali bahan bangunan rumah adalah hal yang penting untuk dilakukan karena karakter masing-masing bahan bangunan pun pastinya berbeda. Selain untuk memberikan hasil yang memuaskan, ini juga demi kenyamanan dan keamanan bangunan rumah.

Setelah menentukan bahan material yang dibutuhkan untuk desain interior, hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah rincian dekorasi dan ornamen yang akan digunakan pada proyek desain. Hal ini berkaitan dengan gaya ataupun konsep desain interior seperti apa yang diinginkan apakah minimalis, vintage, elegan, industrialis, ataupun lainnya. Dengan menentukan tema desain, ini akan lebih memudahkan Anda untuk menentukan rincian ornamen ataupun dekorasi yang menunjang desain tersebut. Setelah menentukan ornamen apa saja yang akan digunakan, selanjutnya Anda bisa memperhitungkan berapa harga dari ornamen-ornamen tersebut.

Setelah rancangan anggaran biaya Anda buat sendiri maka ini akan lebih memudahkan Anda untuk membicarakannya dengan konsultan desain. Anda bisa membandingkannya dengan RAB interior design yang ditawarkan oleh penyedia jasa desain. Biasanya rancangan biaya yang dibuat pemilik rumah merupakan alokasi dana minimal dalam proyek desain interior sebelum ditambah dengan beberapa biaya lain seperti biaya gambar, biaya survey, ataupun biaya lain yang biasanya sudah masuk dalam RAB yang dibuat jasa desain. Pastikan untuk membicarakan alokasi biaya-biaya tersebut dengan baik bersama jasa desain yang bekerja sama untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Comments

comments