Hadirkan Kenangan yang Hangat dengan Gaya Arsitektur Retro dan Vintage

posted in: artikel | 0

Hadirkan Kenangan yang Hangat dengan Gaya Arsitektur Retro dan VintageApa yang pertama kali muncul di benak Anda saat mendengar kata retro dan vintage? Terbayang tren gaya jaman dulu atau istilah umumnya jadul kah? Ya, kata-kata tersebut sangat mudah untuk menggambarkan suasana masa lalu. Ada musik, film, fashion dan benda-benda berciri khas jadul lainnya. Mungkin, sekarang ini orang lebih sering menganggapnya sebagai hal antik bernilai tinggi sehingga selalu dicari. Lalu, apakah benda-benda jadul tersebut hanya cukup dijadikan koleksi?

Hidupkan kembali kenangan masa lalu

Tahukah Anda bahwa banyak kaum milenial kini yang sangat peduli dengan tren di masa yang lampau? Bagi para pemuda dan pemudi jaman sekarang, ketertarikan ini menjadi kesenangan tersendiri. Sedangkan bagi mereka yang pernah hidup di jaman tersebut atau bahkan masih mewarisi benda-benda yang pernah populer di masa lalu, visualisasi ulang gaya retro dan vintage seolah menghidupkan kembali kenangan di masa lalu.

Salah satu alasan penerapan gaya retro dan vintage pada arsitektur suatu bangunan adalah keunikannya. Ada yang serta merta mengaplikasikan desain tersebut pada keseluruhan interior dan eksterior hunian atau tempat usaha. Namun, adapula yang cukup menambahkan nilai jadul dalam bentuk dekorasi eksentrik seperti piringan hitam, gramophone, radio tua dan berbagai macam benda populer di masa lalu.

Tren arsitektur gaya retro dan vintage selain menghadirkan kembali gambaran masa lalu, ternyata juga memberikan kesan lebih hangat, dan homey. Ditambah nilai histori dari setiap bagiannya yang tentunya menciptakan kebanggaan tersendiri bagi pemilik bangunan.

Inspirasi arsitektur restoran gaya retro dan vintage di Bali

Jika Anda sedang mencari inspirasi gaya retro dan vintage untuk mendekorasi interior rumah, nama-nama restoran berikut mungkin bisa memberikan gambaran apa-apa saja yang diperlukan:

• Biku
Restoran ini menyajikan makanan khas Indonesia dan menjadi spot keren untuk sekedar minum teh atau kopi. Tidak seperti gambaran arsitektur jadul yang berasal dari Eropa, restoran ini justru mengusung gaya tradisional Indoensia dengan dominasi kayu joglo berusia 150 tahun.

• The Bistrot
Dibandingkan Biku, The Bistrot memiliki kesan campuran antara gaya Indonesia dengan adanya dekorasi artefak dan barang-barang antik khas dalam negeri dan juga French brasserie yang digambarkan melalui dominasi kayu dan batu ukir serta hiasan vintage pada dinding.

• Mama San
Bagaimanakah jadinya jika gaya kolonial Inggris tahun 1920 dipadukan dengan corak Chinese masa lampau? Jika penasaran, maka berkunjunglah ke restoran Mama San. Ruangan restoran berlantai dua ini didesain dengan gaya Barat dan dihiasi dengan ornamen khas Cina seperti meja mahjong, jam vintage, mantel coklat besar dan kaca berdesain unik.

Sudah siap merenovasi rumah? Jika masih kesulitan menentukan pilihan, Anda bisa menghubungi penyedia jasa desain interior professional untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Comments

comments