Besi Beton Banci

posted in: Besi Beton | 0

besi-beton-banci-bencongHalo pelanggan setia Besi Permata di mana saja berada, apa kabar semuanya? Setelah membahas tentang Besi Beton Murah, kali ini admin Besi Permata akan mengupas tuntas tentang Besi Beton Banci yang mudah-mudahan bermanfaat bagi anda.

Apa itu Besi Beton Banci?

Besi Beton Banci bukanlah besi beton yang dijual orang banci atau bencong seperti yang anda lihat pada gambar sebelah. Besi Beton Banci adalah sebutan untuk besi beton murah yang memiliki ukuran, specifikasi dan kwalitas yang tidak sesuai dengan kriteria SNI alias Standar Nasional Indonesia.
Hingga saat ini Besi Beton Banci masih cukup banyak beredar di pasaran karena harganya yang memang jauh lebih murah ketimbang Besi Beton SNI. Pemakaian besi beton non SNI di Indonesia memang sudah tidak asing lagi, bahkan pemakaian dan peredaraannya mungkin sudah terjadi selama belasan atau puluhan tahun lalu.
Menurut Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto, pada liputan salah satu media online beberapa waktu yang lalu, besi beton non SNI atau besi beton banci, telah beredar dan digunakan untuk pembangunan berbagai perumahan dan ruko. Oleh karena itu Pemerintah akan segera mewajibkan Standar Nasional Indonesia (SNI) produk baja untuk keperluan umum atau masyarakat.
“Untuk mengatur standarisasi baja, harus menunggu keputusan dari World Trade Organization PBB,” katanya di Jakarta.
Panggah juga menyebutkan bahwa pemberitahuan ke WTO sudah disampaikan dua pekan lalu melalui Badan Standardisasi Nasional (BSN) berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian. “Kalau nanti dari WTO sudah keluar, mungkin di akhir tahun, peraturan SNI untuk penggunaan baja bisa diterapkan,” ungkapnya
Sebenarnya, imbuh Panggah, pengaturan untuk penggunaan baja untuk keperluan umum sudah ada. Tetapi standar tersebut belum berjalan dengan baik, sehingga masih banyak penggunaan di masyarakat yang belum tahu jenis-jenisnya.
“Baja untuk keperluan umum ini sudah ada SNI-nya, tapi belum wajib. Nanti kita mau atur dan mewajibkan agar masyarakat bisa membedakan Baja Tulangan Beton dengan Baja untuk keperluan umum karena untuk saat ini keadaannya cenderung rancu,” jelas Panggah.
Setelah nantinya SNI wajib untuk baja keperluan umum dikeluarkan pemerintah, kata Panggah, akan dilakukan penertiban pasar untuk menghindari adanya baja-baja yang digunakan dengan tidak benar.

Kriteria Besi Beton Banci

  • Spesifikasi Produk.
    Produsen besi beton yang nakal biasanya memainkan spesifikasi Besi Beton Ulir atau besi baja sirip yang menjadi ciri khas baja tulangan beton (BjTB). Ciri khas sirip itu dicetak melalui pengecoran pada baja untuk keperluan umum (BjKU) yang belum wajib SNI. Dengan pengecoran sirip pada badan baja maka akan didapat produk BjKU berbentuk BjTB yang harganya jauh lebih murah. Padahal, kandungan mekanis dan teknis untuk memproduksi BjTB jauh berbeda dengan BjKU. Baja untuk keperluan konstruksi alias BjTB mendapatkan perlakuan mekanis dan teknis agar memiliki ketahanan beban dan gempa.
  • Diameter Produk.
    Menurut ketentuan SNI syarat toleransi ukuran diamater adalah ± 1%, tapi para produsen nakal mengurangi ukuran diameternya. Contohnya, BjTB S10 yang artinya BjTB sirip berdiameter 10 milimete. Ukuran standar produk itu oleh mereka dikurangi menjadi 9,1 mm.
    “Kelihatannya sih memang tidak terlalu besar, tapi itu bisa berbahaya pada ketahanan beban,” ujar Direktur Industri Material Logam Dasar Ditjen Industri Berbasis Manufaktur Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan, pada hari Selasa (29/11-2011).
  • Panjang Produk.
    Seharusnya sesuai Standar Nasional Indonesia panjang produk BjTB adalah 12 meter, tapi produsen nakal akan mengurangi ukuran panjang tersebut misalnya menjadi 11,5 meter. “BjTB bisa diselewengkan seperti itu. Konsumen harus berhati-hati memilih produk yang ditawarkan penjual nakal. Karena besi beton yang murah itu bisa jadi besi beton banci,” tambahnya.

Selain kriteria tersebut, kita bisa mengenali produk melalui cetakan timbul logo produsen (emboused). Misalnya, Master Steel dicetak MS, Krakatau Steel dicetak KS, dan Cakra Steel dicetak CS. Logo itu tidak dicat pada produk, melainkan berupa cetakan timbul.

Comments

comments