Arsitektur Industrial Ternyata Masih Jadi Favorit

posted in: Besi Beton | 0

Arsitektur Industrial Ternyata Masih Jadi FavoritPernahkah Anda melihat rumah yang interior dan eksteriornya tampak seperti bangunan pabrik? Seolah, proses pembangunannya belum selesai. Padahal, memang seperti itu desain yang sudah dirancang oleh arsitekturnya yang disebut konsep industrial.

Sejarah desain arsitektur industrial

Terjadinya revolusi industri di Inggris pada tahun 1863 – 1960 memberikan dampak pada berbagai bidang kehidupan terutama kemajuan teknologi, industrialisasi, urbanisasi dan komplektisitas sistem sosial ekonomi. Perkembangan di bidang industry sendiri yang terbilagn cukup cepat dan dimanis juga berimbas pada hal umum lainnya seperti bidang arsitektur yang menyebar tidak hanya di wilayah Eropa tetapi juga seluruh belahan dunia.

Konsep industrial pada seni desain bangunan muncul sebagai ide kreatif pemanfaatan bangunan bekas pabrik yang tidak lagi digunakan. Agar memiliki nilai manfaat, maka gedung-gedung tersebut dirubah menjadi hunian yang layak dan nyaman. Beberapa penyesuaian dilakukan tanpa menghilangkan karakter asli dari bangunan tersebut.

Bagian-bagian dasar arsitektur gaya industrial

Tidak harus membeli bangunan kosong bekas pabrik untuk bisa memiliki sebuah hunian gaya industrial. Yang terpenting adalah Anda tidak melewatkan bagian-bagian dasar dari konsep ini, di antaranya:

      1. Material lantai berupa lantai parket atau acian, bukan lantai keramik atau granit.
      2. Penggunaan kayu lapuk untuk menciptakan kesan nostalgia dan hangat. Kayu ini bisa ditambahkan sebagai dinding panel, meja, bingkai jendela atau sekedar dekorasi.
      3. Biarkan pipa-pipa sambungan tetap terekspos atau tidaka tertanam dalam dinding, seperti yang biasa terlihat dalam pabrik-pabrik industrial. Misalnya saluran pipar air, listrik atau pendingin udara. Tujuannya untuk memperlihatkan aspek fungsionalitas yang menjadi ciri khas gaya industrial. Namun, Anda tetap perlu mempertimbangkan faktor visualisasi sebab tidak semua jenis saluran pipa cocok menjadi bagian dari interior rumah. Sebagai alternatif, manfaatkan saja pipa-pipa kecil sebagai temapt gantungan yang tentunya bisa menambah kesan dekoratif.
      4. Penggunaan batu batau yang disusun dan dibiarkan terlihat sebagaimana asinya tanpa finishing.
      5. Pencahayaan yang didapat dari lampu neon dan lampu gantung dimana bagian penutupnya menggunakan aluminum atau berwarna porselen.
      6. Struktur bangunan dan lantai yang dibuat dari bahan beton yang telah dikenal di masa revolusi industry abad ke 19 karena sifatnya yang kuat, murah dan tahan lama.
      7. Penambahan dekorasi atau bagian bangunan berbahan baja tanpa finishing yang bisa jadi aksesoris dalam ruangan.
      8. Furniture yang dibuat dari material-material bekas seperti pipa bekas, kotak besi bekas, ubin dan benda-benda dengan konstruksi keras lainnya. Tentu diperlukan kreatifitas agar bisa menciptakan benda yang tidak hanya fungsional tetapi juga unik.
      9. Tampilan warna yang seadanya sesuai dengan warna asli atau memilih warna sama agar tampak monokrom. Tetapi, untuk menciptakan kesan chic, bisa dipilih warna cerah yang diterapkan pada bagian furniture atau dekorasi ruangan.
      10. Selain bahan, desain ornament pada arsitektur industrial juga cukup minimalis dimana elemen utamanya berupa garis-garis tegas da ntegak lurus.

Arsitektur industrial bisa dibilang merupakan wujud kreatifitas pemanfaatan elemen-elemen tua. Namun, yang menarik, tampilan yang dihasilkan tetap terlihat elegan dan modern. Jadi, tidak heran jika gaya arsitektur ini tetap menjadi favorit di masa sekarang.

Comments

comments